Merawat Ayam Petarung Setelah Bertarung

Diposting pada

Merawat Ayam Petarung Setelah Bertarung di Arena Sabung Ayam

Merawat Ayam Petarung Setelah Bertarung harus diketahui sebagai seorang pemula. Dimana dengan perawatan yang baik, ayam akan kemabli sehat.

Setelah bertarung ayam akan mengalami masa – masa yang kritis. Dimana hal tersebut wajib kalian perhatikan dengan baik.

Karena jika ayam yang telah bertarung mengalami luka yang ringan maupun berat dibiarkan saja. Akan menimbulkan penyakit yang menyebabkan kematian.

Bahkan jika masih hidup, mental ayam akan hancur, hingga mengalami kecacatan permanaen. Luka tersebut di derita karena petarung lawan melakukan serangan – serangan yang dapat berakibat fatal.

Oleh karena itu di dalam artikel ini kita akan membahas lebih lanjut tentang bagaimana cara merawat petarung yang telah bertarung dengan sengit.

Dan Setelah ayam selesai di adu, kita harus memberikan pertolongan pertama terlebih dahulu pada petarung kita sebagai berikut.

Pertolongan Pertama Pada Ayam Setelah Bertarung di Arena

Setelah kedua ayam selesai bertarung dan juri menyatakan selesai. Kita harus segera melakukan pertolongan pertama sebagai cara merawat petarung kita dengan benar.

Dimana kalian harus mandikan petarung kita dengan bersih agar semua kotoran yang menempel hilang dari tubuh badan. Karena kotoran yang menempel saat bertarung di arena sabung ayamn dapat memicui terjadinya infeksi, yang bisa berakibat fatal.

Setelah itu untuk merawatnya, kalian dapat lakukan proses merawat dengan cara sebagai berikut.

a.  Merawat dengan cara Koroki Ayam Petarung

Dimana tips merawat tersebut di lakukan dengan membersihkan bagian tenggorokan ayam yang memiliki lendir maupun darah.Yang bisa di lakukan dengan memakai bulu panjang dan juga bagus.

b. Berikan Minuman Bersih

Setelah selesai di koroki, tips merawat petarung selanjutnya adalah memberi minuman dengan cara di suapi memakai spons atau kain. Dimana hal tersebut perlu di lakukan cukup satu kali saja.

c. Mandikan Petarung

Agar darah yang menempel pada bulu menghilang, mandikan ayam dengan air bersih secara menyeluruh sebagai tips merawat ayam yang telah bertarung.

d. Bilas luka berdarah

Untuk membilas luka yang masih berdarah, gunakan air hangat. Lalu lumuri air tersebut pada bagian kepalanya dan juga pada bagian yang tidak memiliki bulu.

Usahakan untuk tidak membilas dengan cara menggosok. Akan tetapi bilas petarung kita dengan sara menyekanya.  Setelah selesai membilas, silahkan keringkan badannya memakai kain kering atau handuk kering.

e. Berikan Obat Merah

Setelah badannya cukup kering, sebagai cara merawat ayam yang telah bertarung. Silahkan tetesi luka menggunakan obat merah, atau obat antiseptik lainnya.

Akan tetapi jika darah pada luka ayam terus mengalir, sebagai cara merawatnya bisa di lakukan dengan menaburi luka menggunakan kopi bubuk.

f. Jahit Luka Luar

Jika ayam memiliki luka yang terbuka, gunakan benang biasa untuk menutupnya. Setelah itu berikan anti biotik agar lukanya tidak mengalami infeksi dan sepat sembuh.

Selain anti biotik, untuk merawat petarung tersebut, kita bisa berikan obat penekan sakit dan juga anti radang selaman 3 hari berturut2. Setiap memberikan obat, pastikan kalian gunakan satu dosis 1 tablet atau kapsul saja.

Selain itu, untuk anti biotik alami, kalian dapat berikan kunyit yang di parut atau di giling. Setelah itu oleskan kunyit pada luka yang terlihat.

Hal tersebut di lakukan selama 2 kali sehari pada waktu pagi dan juga sore. Di sarankan menggunakan obat alami daripada kimia, agar tidak memiliki efek samping yang merugikan.

g. Merawat Mata yang Terluka

Jika mata petarung kita terluka akibat bertarung menggunakan taji, silahkan berikan pertolongan pertama dengan tetesan daun kelor sebanyak 2 hingga tetes saja.

Selain itu, kalian dapat lumat daun kelor dan beras airnya memakai kapas. Setelah itu teteskan ke bagian matanya.

Jika hal tersebut masih membuat mata ayam bengkak, berikan kembali getah daun kelor ke bagian matanya sebagai cara merawat ayam yang benar setelah bertanding.

h. Rawat Paruh yang Rusak

Dalam bertarung dengan lawan yang kuat, ayam dapat mengalami kerusakan pada paruhnya, bahkan terlepas. Hal tersebut memang cukup gawat, akan tetapi paruh ayam akan tumbuh kembali.

Agar tumbuhnya paruh tidak mengalami kecacatan, tempelkan paruh yang terlepas tersebut dengan cara di ikat ke bagian jenggernya. Karena jika paruh tidak di tempelkan kembali, paruh yang tumbuh tidak akan memiliki bentuk yang sempurna, atau bentuknya cacat.

i. Merawat Kaki Otot Petarung

Setelah urusan paruh, silahkan lemaskan otot – otot setelah ayam bertarung.  Dimana kalian dapat lemaskan ototnya yang di mulai dari leher, otot sayap, paha, dan juga yang terakhir kaki.

Dan pelemasan otot yang perlu diperhatikan untuk merawat ayam yang telah bertarung adalah hal penting. Agar di hari berikutnya ayam petarung kita tidak mengalami kekakuan saat sedang berjalan.

Jika hal ini di biarkan saja, ayam akan mengalami kelumpuhan atau turun urat. Untuk melemaskan kaki ayam, kalian bisa gunakan handuk kecil yang di rendam oleh air hangat.

Yang dapat di tekan – tekan atau di balut ke kaki ayam. Akan tetapi jangan di lakukan dengan cara di urut.

Selain air hangat, kalian dapat gunakan air perasan dari jahe, batang sereh, dan yang paling mudah menggunakan balsem GPU atau Geliga.

Dan Setelah ayam selesai di adu, kita harus memberikan pertolongan pertama terlebih dahulu pada petarung kita seperti yang telah tertulis di dalam artikel ini, agar petarung kita dapat bertahan hidup dengan baik.

Baca juga : Manfaat Buah Untuk Ayam Aduan